Futri Qamarina Penulis Internal

Beda Ayam Negeri Dan Ayam Kampung Dalam Masakan

Iklan

Saat membeli ayam potong di pasar, umumnya kita dihadapkan pilihan antara ayam negeri yang murah atau ayam kampung yang mahal. Apa bedanya?

Kalau sekilas dari namanya, terlihat bahwa ayam yang satu dibesarkan di kota dan yang satu dibesarkan di kampung.

Hmm, sebetulnya penjelasan tersebut bisa dibilang nggak salah juga.

Dengan perbedaan tempat dibesarkannya, alhasil kualitas daging ayam yang dihasilkan juga menjadi berbeda. Untuk itu tidak heran jika harga kedua ayam tersebut berbeda.

Namun lebih lengkapnya, kamu bisa simak penjabarannya berikut.

Iklan

1. Ayam Potong Negeri

Gambar: Daging Potong Ayam Negeri

Ini merupakan daging ayam yang paling sering kita makan. Beragam restoran seperti KFC atau McDonald juga umumnya memakai daging dari ayam negeri.

Dibanding tempat pemeliharaannya, istilah negeri ini lebih cocok diarahkan pada jenis ayam. Dimana jenis ayam ini bisa dipelihara dengan metode yang sudah modern dan canggih seolah seperti perkotaan.

Ayam dipelihara dengan metode cluster dan kerjanya hanya makan tidur. Alhasil daging berpadu dengan lemak, menjadikan rasanya empuk dan memiliki ukuran yang besar.

Gambar: Proses Pemeliharaan Ayam Negeri
Iklan

1.1 Ciri-Ciri Ayam Negeri

Secara garis besar, apabila diolah menjadi masakan maka ayam potong negeri akan memiliki ciri-ciri sebagai berikut.

  • Warna daging putih bersih.
  • Ukuran daging ayam besar.
  • Daging lebih empuk.
  • Terdapat lebih banyak lemak.
  • Kulit mudah sobek.
Iklan

2.2 Nutrisi Ayam Negeri

Sudah didukung dengan banyak riset, bahwa ayam negeri memiliki kandungan nutrisi yang tinggi dan sehat.

Bahkan banyak olahragawan memakai ayam negeri sebagai salah satu sumber protein favorit. Selain tinggi kandungan proteinnya, rasanya juga cenderung enak.

Memakan ayam negeri setiap hari juga terbukti baik untuk tubuh, lantaran memang nilai nutrisi buruk seperti lemak, itu begitu kecil.

Iklan

2. Ayam Potong Kampung

Gambar: Daging Potong Ayam Kampung

Untuk konsumsi sehari-hari, umumnya ayam kampung ini kurang laku. Lantaran harga lebih mahal, namun ukuran ayam lebih kecil.

Lebih mahalnya harga ayam ini, karena ayam harus dipelihara dengan metode yang masih tradisional. Dimana metode ini dibutuhkan lebih banyak pakan dan perawatan.

Dibanding ayam negeri, ayam kampung ini biasanya dipelihara lebih terbebas, ayam biasa mondar-mandir sana-sini diperkampungan warga. Alhasil otot ayam lebih terbentuk dan lemaknya lebih sedikit.

Gambar: Proses Pemeliharaan Ayam Kampung
Iklan

2.1 Ciri-Ciri Ayam Kampung

Ciri-ciri apabila yang kamu olah itu adalah ayam potong kampung, maka akan seperti di bawah ini.

  • Warna daging putih agak kusam.
  • Daging kecil meski ayam sudah dewasa.
  • Daging agak keras.
  • Lemak jauh lebih sedikit.
  • Kulit kencang tidak mudah sobek.
Iklan

2.2 Nutrisi Ayam Kampung

Dikatakan bahwa nutrisi ayam kampung lebih sehat daripada ayam negeri, tapi sayangnya ini hanya mitos.

Tidak ada penelitian kuat yang mengatakan bahwa ayam kampung jauh lebih sehat daripada ayam negeri.

Satu-satunya dukungan fakta yang membuat ayam kampung dikatakan lebih sehat, adalah karena kandungan lemaknya yang jauh lebih sedikit daripada ayam negeri.

Iklan

3. Kesimpulan (Perbedaan)

Secara singkat dan jelas, untuk perbedaan antara ayam negeri dan ayam kampung kamu bisa cek pada tabel berikut ini.

Ayam NegeriAyam Kampung
Lebih murah.Lebih mahal.
Bisa dipelihara secara modern.Harus dipelihara secara tradisional.
Lebih sedikit perawatan.Lebih banyak perawatan.
Ukuran daging besar, empuk.Ukuran daging kecil, agak keras.
Lebih banyak lemak.Lebih sedikit lemak.
Sama-sama sehat.Sama-sama sehat.

Penutup

Iklan

Nah itulah dia beda dari ayam negeri dan ayam kampung. Meski harga ayam kampung lebih mahal, namun bukan berarti lebih baik ya.

Terbukti bahwa ayam negeri lebih populer untuk konsumsi kebanyakan orang.

Semoga informasinya bermanfaat ya! Jangan lupa untuk tinggalkan pendapat kamu melalui kolom komentar.

Iklan

Sangat menyukai bidang makanan seperti memasak dan kuliner. Pernah mengikuti beragam pelatihan memasak dan bercita-cita menjadi seorang chef.

Iklan

Komentar Pembaca


Yuk Nilai Resepnya!





*Email tidak dipublikasi.

Iklan

Komentar Facebook

Iklan

Artikel Terkait

Iklan